Yuk Mendidik

Bismillaahirrohmaanirrohiim,

Aku mau berkisah tentang “Aku dan Pendidikan” Happy reading :)

Aku, seorang mahasiswi semester lima program studi kependidikan.
Mengapa aku menyukai pendidikan? Sementara, sesungguhnya aku tak benar-benar berminat menjadi seorang wanita karir. Hingga saat ini, aku tetap lebih memilih menjadi ibu rumah tangga. Jika pun harus bekerja, berdagang adalah pilihanku. Lalu mengapa aku masih bertahan pada perkuliahan ini? Entahlah.

Aku, berstatus mahasiswi kependidikan, salah satu alasannya adalah karena ada darah pendidik yang mengalir deras dalam jiwaku. Kedua orang tua (meski bapak sudah tidak lagi) adalah guru-guru berdedikasi tinggi. Pun dengan kakak perempuanku satu-satunya. Sepertinya, mendidik sudah menjadi garis hidupku, bahkan sejak aku belum dilahirkan.

Ah, benarkah hanya karena itu? Toh sebenarnya aku bisa minta berhenti dan memilih jalanku sendiri.
Mengapa aku masih bertahan?

Salah satu alasan kuatku bertahan adalah aku semakin mencintai bidangku. Mendidik. Melakukan kegiatan yang tidak bisa digeneralisasikan. Setiap jiwa punya dunianya sendiri. Setiap kepala memiliki pengetahuannya sendiri. Setiap siswa berhak atas minatnya sendiri. Tidak bisa memaksa seluruh anak didik untuk mencintai bidang pelajaran yang aku sampaikan. Tidak boleh mendidik mereka dengan cara yang sama. Tidak dibenarkan menganggap mereka tak mengetahui apapun, atau bahkan telah memahami seluruhnya. Yang boleh kulakukan adalah terus berusaha memahami setiap jiwa anak didikku. Mengembangkan pembelajaran yang bervariasi, menyenangkan, namun bermakna. Heemm.. Sulit memang. Tapi, itulah seninya. Menghubungkan pembelajaran dengan kejadian sehari-hari. Menghubungkan kejadian sehari-hari dengan pembelajaran. Itu sulitnya.

Kemudian, semakin aku mampu bertahan hingga akhir, maka semakin siap pula aku menjalani cita-citaku, menjadi ibu rumah tangga. Mengapa? Karena menjadi ibu rumah tangga bukan semata-mata menjalani setiap harinya diam di rumah. Dia harus mampu menjadi sosok teladan, sosok idaman, untuk suami hingga anak-anaknya. Terus menginspirasi buah hati agar senantiasa tumbuh dalam lingkungan yang baik. Menjadi sekolah pertama dan utama anak-anaknya dalam hal agama, karakter, bahkan kecakapan duniawi.
Menjadi pendidik berarti menyiapkan diri menjadi ibu terbaik untuk buah hati. Menjadi pendidik berarti berusaha mempersiapkan buah hati yang siap menghadapi hingar-bingar dunia dengan tetap berpegang teguh pada setiap ajaran yang disampaikan ibunya :)

2 thoughts on “Yuk Mendidik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *